Minggu, 14 April 2013

Sajak Kehilangan Tuan

Semacam penyakit musiman yang datang ketika tidak ada lagi persuaan.
semacam rindu tapi berakhir jemu.
semacam cinta tapi berakhir lara.
untuk dua hari tanpamu, aku bisa, meski mata berkacakaca.

Semacam ritual pemanggil cinta;
kau yang duduk di sebuah dipan
dengan tubuh menghadap selasar jalan
ditemani bakau yang mengepul perlahan
sembari menyulut rinai-rinai kesakitan.

Dari tempat berbeda
aku membayangkanmu berdiri menopang jemu
bersiap menyisipkan segugus pilu
sembari berurai kenangan dan haru
lantas berkata,
"Padamu, kukembalikan sebait rindu"

untuk Poem yang dua hari ini hilang dari pandangan
untuk Poem yang selalu aku rindukan
untuk Poem yang kuanggap sebagai pahlawan

ini sekadar sajak tak bertuan
tidak memiliki rasa yang menakjubkan
ini sekadar ungkapan kasih sayang
sebelum tiba hari pertemuan



untuk Kekasih yang ditinggalkan;
Poem - Lelaki penyulut rindu







[April 2013, Intan Pertiwi]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar