Rabu, 08 Juli 2020

PENGENALAN HOME SCHOOLING

 

MATERI KELAS SIAP MENDIDIK (BENGKEL DIRI)

PENGENALAN HOME SCHOOLING

Pemateri : Teh Karina Hakman

(resume materi oleh Intan Pertiwi)

 

BENTUK HOME SCHOOLING

dipengaruhi oleh :

  1. Kebutuhan pokok

Dalam kondisi lapang ataupun sempit, kebutuhan pokok harus dimasukkan dalam HS kita.

misalnya

a.       Aqidah – dalam perjalanannya  harus memasukkan nilai-nilai Tauhid

b.      Ibadah – pengajaran-pengajaran materi yangg disesuaikan dengan kebutuhan ibadah anak

c.       Akhlak – ada adab yang harus sedikit demi sedikit kita sampaikan, tidak bertentangan dengan nilai islamiyah baik akhlak kepada Allah maupun akhlak kepada muslim lainnya

d.      Jasadiyah – terkait kekuatan fisik dan kekuatan tubuh (tidak bisa bikin kelas HS yang hanya duduk di tempat dari pagi sampai sore, harus bergerak)

e.       Tsaqafah – harus ada Tsaqafah2 Islamiyah yang harus dimasukkan minimal ke dalam kurikulum.

  1. Keinginan

a.       Harapan orang tua (karena ortu sebagai kepsek/nahkoda kapal besar) mau dibawa ke mana pendidikan anak kita. Walaupun nanti kita memanggil guru HS, tetap kita ortu yang memegang pucuk kepemimpinan (kepsek).  Apa yang menjadi harapan kita, kita turunkan melalui pengajaran-pengajaran pada anak kita di rumah. (ini kelebihan HS).

-          Merumuskan apa yang menjadi harapan kita sbg ortu agar jelas diarahkan ke mana anak-anak kita, jangan ikut-ikutan trendi saja.

-          Bukan hanya harapan ortu yang jadi pertimbangan, tapi juga harapan anak.

Seiring dengan anak-anak bertumbuh besar, dia punya bakat dan minat. Bentuk-bentuk HS juga harus disesuaikan dgn harapan anak2. Ketika anak2 belum bisa menyampaikan, kita lihat anak kita senang di bidang apa dan senang menggunakan metode belajar yang bagaimana. Antara harapan anak, minat, bakat, harapannya akan bisa terakomodasi di HS ini.

HS hadir untuk mengakomodasi hal-hal yang spesiifk dan unik, berdasarkan keunikan masing-masing.

b.      Ekonomi keluarga

Tiap keluarga kondisi ekonominya berbeda, jadi HS ini disesuaikan dgn kemampuan ekonomi keluarganya. Dan ini juga untuk memecah paradigma bahwa HS itu mahal. Anggarannya selalu berbeda sesuai dengan fase kehidupan kita.

c.       Komitmen waktu

Harus disesuiakan dengan waktu ortu (suami istri)

d.      Support system

-          Keluarga yang membantu, misal HS untuk sang adik, maka dibantu oleh kakak-kakaknya agar termotivasi, oleh bibinya, dan saudara-saudara lainnya.

-          Suami – sejauh mana suami kita mau mendukung. Dukungannya bisa all out, parsial, atau sekadar pemberian dana, dll.

-          Mertua dan orangtua kita juga

-          ART juga bagian dari support system kita

-          Semuanya menjadi satu kesatuan untuk membentuk energi positif pembentukan HS.

 

KURIKULUM KELUARGA

  1. Mempelajari tahapan perkembangan anak dari berbagai sumber

-          Bentuk kurikulum itu fleksibel, menyesuaikan dengan tahapan perkembangan anak.

-          Agar kita tidak terkotakkan dari pendapat orang, kita juga harus mencari dari berbagai sumber agar kita kaya akan referensi untuk membentuk kurikulum tersebut.

-          Buku-buku tahapan perkembanagan anak (psikologi), Tahapan perkembangan anak dalam islam, dan buku2 sekaitan dengan itu.

  1. Mengenali anak dalam tahapan

-          Kedekatan emosi dan interaksi ortu dan anak menjadi salahsatu hal yang sangat penting. Kuncinya TRIAL AND LEARN (MENCOBA DAN BELAJAR).

-          HS menjadi sulit ketika kita gak kenal gimana anak kita.

  1. Mempelajari gaya belajar anak

-          Ini melalui proses, gak langsung jadi.

-          Menyesuaikan dengan usia anak.

-          Golden moment hanya bisa kita dapatkan ketika kita benar-benar memperhatikan apa sih maunya si anak, mengenali keseharian sang anak, kapan waktu dia bisa duduk dengan konsentrasi yang tinggi, dll..

-          Gaya belajar anak dan waktu efektif belajar anak

  1. Jadwal

-          Misal, datang waktu solat, kita harus solat dulu, konsep tauhid dan akhlak kepada Allah harus masuk di sana.

-          Misal, optimalkan waktu membersamai anak dari waktu subuh sampai siang bada dzuhur. Sisanya ba’da dzuhur sampai sore, anak-anak main dengan sesukanya, kita tetap memperhatikan namun tidak memberikan arahan penekanan belajar (di sini waktu kosong ortu untuk digunakan dalam mengerjakan hal/kegiatan lainnya, misal mendengar kajian ilmu, membaca buku, dll). Ba’da maghrib sampai sebelum tidur boleh dilanjut pemberian materi dengan metode mengobrol santai.

  1. Sumber dan penyusunan materi

-          Memilih orang lain jika kita tidak mumpuni tentang sebuah materi, misal materi tafsir quran, tahsin, dll, kita bisa cari guru yang lebih mumpuni untuk anak kita.

-          Waktu untuk penyusunana materinya disesuaikan saja, ada yang tipenya pekanan misalnya. Ada yang harian, bulanan, dll.

-          Pastikan ketika menyusun materi, harus memperhatikan apa yang mau ditekankan di bulan itu, misal bulan ini focus pada ibadah anak-anak, pengenalan Tauhid, dll. Tapi untuk evaluasinya bisa pekanan. Apa yang kurang dan apa yang harus diperbaiki.

Terkait kurikulum, misal contohnya, home schooler, Ummu Aiman, beliau punya kurikulum yang menyesuaikan dengan kurikulum di Australia. Hal itu kita kembalikan lagi dengan kondisi keluarga masing-masing. Atau ada juga Teh Patra, beliau patokannya lebih ke durasi (jadwal khusus), misal kurikulum pekanan, dalam sepekan olahraga harus sekian jam, hafalan berapa lama, dll.

 

METODE

  1. Talaqqi

-          Bisa dipakai untuk hafalan, ketika anak-anak belum bisa baca alquran

-          Kita membacakan sesuatu kemudian anak mengikuti (mendengarkan murrotal), untuk mempelajari makhraj yang benar setiap hurufnya.

-          Persurat boleh, perjuz boleh

  1. Metode ngobrol/diskusi

-          Salahsatu cara santai untuk kita kemudian memasukkan suatu nilai / ilmu pengetahuan tanpa sadar tapi lebih masuk (masuknya ke alam bawah sadar sang anak)

-          Misalnya tentang pengenanlan ALLAH Swt yang menciptakan, dll. Ngobrol yang berulang-ulang.

  1. Bermain

Konsep bahwa muslim itu memang diminta atau diperintahkan untuk bergerak, tidak duduk intensif dari pagi sampai sore. HS justru salahsatu sarana untuk anak-anak mengeksplor gerak tubuhnya. Skill mendasar seperti berlari, olahraga ketangkasan dan kekuatan tubuh lainnya seperti berenang, memanah, bela diri, dll.

Kita para home schooler harus mampu mempertimbangkan waktu bermain itu menjadi penting. Anak-anak yang kebutuhan bermainnya tercukupi, akan mudah masuk ke dalam materi yang lebih dalam. Artinya banyak proses pembelajaran yang dilakukan dengan cara bermain. Mengenalkannya melalui permainan, agar anak menjadi senang.

Dari bermain itu tercipta hasrat untuk belajar. Awalnya bermain bebas, kemudian mereka akan lebih terbantu untuk belajar dan duduk fokus. Karena hasrat keingintahuannya besar. Memahami proses belajar yang dia gak harus langsung bisa, tapi ada proses memahami belajar yang harus diulang-ulang agar bisa.

  1. Story telling (baca buku/tanpa baca)

Bagi yang bisa memfasilitasi buku, bisa disesuaikan dengan kondisi ekonomi keluarga. Yang terpenting adalah bagaimana kemudian materi yang ingin kita sampaikan itu akan tersampaikan dengan baik ke anak. Bisa juga kita cari materi melalui website2 terpercaya, ibunya yang belajar, kemudian disampaikan ke anak-anak. Bisa bukunya dicicil untuk kebutuhan satubulan ke depan / satu tahun ke depan. Memanfaatkan buku-buku preorder juga yang harganya jauh di bawah harga normal. Nanti lama kelamaan ada juga anak-anak yang akan bisa belajar secara otodidak. (misal sang anak sudah bisa membaca sendiri, ia akan terbiasa dengan membaca buku yang kita fasilitasi).

  1. Pemaparan/penjelasan

Ibunya yang mencari tahu materi kemudian dijelaskan ke anak-anak, dll.

  1. Studi kasus

Misal ada kejadian gerhana matahari, jelaskan berdasarkan kejadian dan prosesnya.

  1. Percobaan

Bisa banyak kita dapatkan dari berbagai sumber seperti buku-buku, tayangan youtube, dll, yang membahas tentang percobaan/uji coba/reaksi.

  1.  Rihlah/jalan-jalan.

-          Metode ini sangat efektif karena kita mengenalkan misalnya pengetahuan tentang keberadaan Allah dengan mengajak anak-anak kita rihlah ke kebun binatang, mengonfirmasi bahwa hewan-hewan di sana semuanya adalah ciptaan Allah Swt.

-          Dengan rihlah/jalan-jalan, anak-anak akan mengenal lebih dalam kondisi masyarakat (ada yang miskin, kaya). Ketika dia rihlah dia punya wawasan tentang kondisi yang nyata karena melihat secara langsung. Misal dengan naik angkot, ke yayasan yatim piatu, melihat polisi dan dokter, dll.

  1. Praktik keseharian & 10. Keteladan

-          Penting ketika kita mau membangun prinsip-prinsip kebutuhan pokok dalam Islam. Hal ini harus ditunjukan oleh keseharian keluarga. Misal ketika adzan semua aktivitas keluarga harus berhenti, dan langsung beribadah. Menciptakan kepercayaan terhadap Illahnya. Dari praktik keseharian dan keteladan, banyak anak-anak pelajari dari kita sehari-hari, tanpa pemaparan panjang lebar, anak-anak akan otomatis meniru. Misal ucapan maaf, permisi, tolong, terimakasih, dll.

-          Misal kebersihan; mau dia dibacakan buku tentang kebersihan sebanyak apapun, tapi kalau pada praktik kesehariannya orangtua tidak mencontohkan keteladan kebersihan, itu akan percuma, semua materi yang disampaikan belum tentu akan masuk pada diri sang anak jika pada praktiknya orangtua tidak ikut andil memberikan contoh tentang menjaga kebersihan itu. Harus ada praktik keteladanan di rumah tentang kebersihan yang dilakukan oleh orangtua dan keluarga.

 

DENGAN BERBAGAI KAPASITAS BIAYA

1.      Pengajar

-          Kesesuaian nilai yang kita harapkan (misal mencarikan guru Quran yang sesuai dan mumpuni)

-          Kesesuaian metode (metode yang sesuai dengan kondisi anak-anak kita)

Misal belajar baca oleh ibunya, belajar olahraga dengan ayahnya, dll.

-          Pembekalan materi (banyak baca buku / belajar lagi, dan ikuti pelatihan2 guna mendalami materi agar ter-upgrade dengan metode terkini untuk anak-anak kita)

2.      Bahan

-          Mandiri (disiapkan/membuat sendiri)

-          External (bisa diambil dari produk/bahan pembelajaran yang dijual di pasaran/ bisa juga mencontoh dari pemateri home schooler yang biasa sharing tentang HS nya)

3.      Jadwal

-          Waktu shalat (harus diutamakan kewajiban dalam beribadah sholat)

-          Kebutuhan orangtua (disesuaikan dengan kebutuhan ortu untuk anaknya apa saja sih, misal satu hari minimal anak hafal 2 ayat quran atau 2 hadist, maka durasi pembelajaran dalam jadwal yang dibuat harus disesuaikan dengan itu).

-          Jadwal yang dibuat harus disesuaikan juga dengan materi/metode/pengajar/anak

 

SOSIALISASI ANAK HOME SCHOOLING

-          Tujuan Sosialisasi

-          Objek Sosialisasi

-          Adab Sosialisasi

 

LEGALISASI IJAZAH

Ijazah HS bisa didapatkan dari :

-          Sekolah induk

-          Ujian persamaan

-          Portofolio

-          Ujian Internasional

-          Sertifikat HS Formal

 

“THERE IS NO ONE BEST WAY OF PARENTING AND TEACHING. EACH CHILD IS UNIQUE, LIKEWISE FOR EACH FAMILY.”

“Tidak ada satu cara terbaik yang baku untuk semua anak dalam parenting maupun pengajaran, karena setiap anak itu unik, dan setiap keluarga itu unik. Sehingga kita tidak perlu menyamakan standar anak kita dengan standar orang lain.”

 

Alhamdulillah selesai juga rangkuman materi pertama kelas siap mendidik dari bengkel diri. Sampai jumpa di resume berikutnya. Semangat bertumbuh menjadi makhluk Allah yang lebih baik lagi. Aamiin allohumma aamiin.

 

Jangan lupa follow IG @intanpertiwi92 ya!


14 komentar:

  1. Makasih banyak ilmunyaaa mbaa..berdaging semua isinya..sangat bermanfaat🤩🤩🤩

    BalasHapus
  2. tantangan aku sekarang ada di support system. karena jujur kalau sendirian ngasuh 2 anak itu cukup kewalahan. apalagi untuk anak yang berbeda usia. beda juga kebutuhannya.

    BalasHapus
  3. Waahh aq ketinggalan kelas ini.. karena di share.. alhamdulillah jd gak ketinggalan materi.. jazakillah khair

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah, punya simpanan ilmu baru☺ jazakillah Mba

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah, ada yg sharing ilmu dari kelas siap mendidik bd 😁

    BalasHapus
  6. MasyaaAllah sharingnya paket kumplit. Jazaakillahu khairan.

    BalasHapus
  7. Semangat homeschooling ya mba, mumpung anak masih kecil cari ilmu sebanyak2nya

    BalasHapus