Kamis, 11 Juni 2015

Jon dan Jane [#1]

Di beranda rumah Jane, Jon menikmati senja dengan semangkuk mie rebus rasa ayam bawang & sejumput cinta yang tertuang dalam sebotol sambal ekstra pedas.

Sembari bercakap-cakap membayangkan masa depan yang penuh rencana, Jane menuang sesendok kopi dan sedikit gula sesuai selera.

"Buatanmu istimewa," ujar Jon tibatiba.

Dituangnya didih air yang mengalir dari termos stainless ke dalam cangkir. Jane mengaduk-aduk kopi hingga larut lalu memberikannya pada Jon.

"Nanti pas resepsi, kita sekalian launching antologi puisi perkawinan ya," seru Jon sebelum bibirnya bersentuhan dengan bibir cangkir dan menyeruput kopi yang mengepul.

Jane tersenyum, pikirannya berlari menuju masa depan.

"Aku mau punya banyak anak," timpal Jon lagi.

Jane nyengir kuda, "Dua cukup".

Jon menggeleng, "minimal lima."

Jane mengernyitkan dahi, menatap heran sosok lelaki yang tak peduli pada aturan pemerintah.

"Kalau begitu, tiga saja." Lagi-lagi Jane bernegosiasi dengan calon suaminya itu.

"Kenapa cuma tiga?" Selera makan Jon terhenti, menunggu mempelai wanitanya memberi penjelasan yang tepat.

"Kalau kita punya tiga anak. Aku bisa mengusulkan tiga nama yang baik," ujar Jane penuh semangat.

"Siapa saja?" Jon mulai antusias merespon Jane.

"Anak pertama bernama Ilo, anak kedua bernama Vey dan anak ketiga bernama Ou." Jelas Jane, singkat.

"Artinya apa?" tanya Jon memicingkan mata.

"Pokoknya itu nama yang terbaik!" Jawab Jane sekenanya.

"Kok?" timpal Jon.

"Iya.. jika disatukan, ketiganya akan membentuk kalimat istimewa. Ilo-Vey-Ou yang berarti i love you!" Jane tertawa girang meski Jon baru menyadari setelah
tawa kekasihnya itu reda.

Percakapan terus berlanjut hingga matahari larut dalam perut bumi. Jane mengantar kekasihnya menuju vespa 66 yang terparkir di halaman rumah. Setelah
berpamitan dan memastikan tubuh lelakinya lenyap dari tikungan gang, Jane berjalan ke beranda rumah dan membereskan sisasisa jamuan yang nyaris habis.

Diambilnya cangkir Jon, mata sayu Jane mulai mengamati ke dalam cangkir. Ia tersenyum senang lalu mengeluarkan sebuah ponsel dari saku celananya. Ia mengetik sebuah pesan dan mengirimkannya pada Jon.

"Hei, tahu tidak?
Aku menemukan sesuatu!

.....

Ada cinta ketinggalan di dasar cangkir kopimu, Jon!" [] ♥

[catatan singkat sebelum tidur, sambil membayangkan deretan hari esok yang melambai-lambai, karena Jon akan segera sidang skripsi bulan ini! Eureka! Semoga kali ini serius..]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar