*Minggu, 13 Januari 2013*
Hari ini
aku memutuskan untuk mengurung diri di dalam kosan. Selain karena harus
mempelajari lagi materi untuk UAS besok, aku pun enggan keluar. Lantaran sebuah
noda berwarna coklat kehitaman menempel di pipi kiriku. Hmm, padahal cuma satu
noda, tp serasa enggan untuk berpapasan dengan orang lain. Mungkin karena
kurang percaya diri dan aku tak biasa ternodai seperti ini *eh. Hah. Entahlah.
Serba malu. Padahal biasa saja ya harusnya, toh orang pun biasa saja dan tak
peduli apakah aku terlihat cantik ataupun tidak. Hahaha. (-,-)
Kembali
ke noda di pipiku ini, aku mendapatinya tengah bertengger di ujung pipi kiriku
ketika aku.... *sensor*
Hmm...
sudahlah biarkan waktu yang akan mengikis dan menghapuskan warna noda ini agar
kembali ke warna semula pipiku. Apalagi besok UAS, huhu. Aku harus menyiapkan
mental, kalau ada yang tibatiba mengejekku dengan sindiran halus. Huhu. Sabar!
Ya, besok
itu UAS matakuliah yang cukup rumit menurutku. Pertama Evaluasi Pembelajaran.
Aku akan dihadapkan kembali pada perhitungan-perhitungan matematik untuk
mendapatkan hasil yang diminta. Yaaa, semacam belajar matematika lagi. Tapi
kali ini aku harus menghitung nilai dan bobot tiap soal bahasa Indonesia yang
ada di sekolah-sekolah. Huhu.
Dan
sekarang ada lagi yang menjadi masalah, yaa matakuliah Problematik. Sesuai
namanya, matakuliah ini cukup menguras logika dan keterampilan berbahasa maupun
menulis. Huhuhu. Aku akan dihadapkan pada sebuah kasus dalam bahasa Indonesia.
Tepatnya pada tataran penulisan maupun gaya bahasanya. Karena problematik
membahas kasus-kasus dalam penggunaan bahasa.
Aku masih
cukup beruntung karena matakuliah Evaluasi Pembelajaran memperbolehkan kami
untuk membuka buku dalam pengerjaan soalnya (open book). Mungkin karena terlalu banyak rumus untuk menghitung
nilai soal. Tapi yang tidak beruntung adalah, matakuliah problematik. Selain
materiya seabrek, kami pun tidak diizinkan membuka buku. “Iyalah lagi UAS masa
buka buku.” Oke, alasan tepat dan masuk akal.
No problemooo but problematiiik –
Tapi...
Dosennya killer. Meskipun aku sudah kenal dan
cukup dekat dengannya. Ya tetap saja, tidak pandang bulu. Dosennya objektif.
Baguslah. Berarti aku pun harus menyiapkan otakku untuk mempelajari materi
problematik agar hasilnya memuaskan dan maksimal. Aamiin (^_^)
Cukup, just it.
Oh iya!
Untunglah
aku bukan anak BIPA, aku anak Jurnalistik, sehingga tidak ada tugas yang
memberatkanku seperti yang sedang teman-teman kelasku hadapi, yaa mereka yang
mengambil konsentrasi pada BIPA saja sih, kalau aku dan beberapa teman yang
mengambil konsentrasi di Jurnalistik sih cukup nyantai, hahaha.
Bye --- sampai jumpa di senin yang
padat. Bukan karena waktunya yang padat untuk mengerjakan UAS melainkan karena
otakku akan padat karena besok membutuhkan stamina dan kemampuan yang lebih
untuk mengerjakan UAS dua matakuliah yang sangat berpengaruh pada nilai
semester 5 ini.
Semangat
!!! I can do it. Yeah – d^_^b
Tidak ada komentar:
Posting Komentar